
Menguak Lika-Liku S3: PDIM Undiknas Gelar Sharing Session “Roller Coaster” Kuliah Doktor bersama Lulusan Perdana
DENPASAR– Anggapan bahwa menempuh studi Doktoral (S3) adalah jalan yang mulus dan linier tampaknya harus dipikirkan ulang. Di balik gelar tertinggi akademik tersebut, ada perjuangan panjang yang penuh dengan dinamika.Fakta inilah yang dikupas tuntas dalam acara Sharing Session Series #2 yang berlangsung di Ruang Blockchain Pascasarjana Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas). Acara yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Dr. Ni Putu Ari Krismajayanti, yang merupakan Doktor perdana sekaligus lulusan kebanggaan dari Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Undiknas.Dengan mengangkat topik yang sangat relevan, "Roller Coaster Studi S3 dan Tips Sukses Melewatinya," Dr. Ari membagikan kisah nyata di balik layar perjuangannya meraih gelar doktor.
Dalam pemaparannya, Dr. Ari Krismajayanti secara blak-blakan menceritakan bahwa perjalanan S3 tidaklah selalu berisi pencapaian akademis yang indah. Ia mengibaratkan studi doktor seperti menaiki wahana roller coaster—penuh dengan puncak antusiasme, namun sering kali diikuti oleh penurunan motivasi yang drastis."Ada kalanya semangat riset kita sedang tinggi-tingginya, tetapi tidak jarang kita dihadapkan pada fase stuck, revisi yang menumpuk, atau kejenuhan mendalam. Kuncinya bukan menghindari dinamika itu, melainkan bagaimana kita mengelola mental untuk tetap bertahan hingga garis akhir," ungkap Dr. Ari di hadapan para mahasiswa pascasarjana.Beliau juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi di tengah kesibukan lain, mengingat sebagian besar mahasiswa S3 juga harus membagi waktu dengan pekerjaan dan keluarga.
Tidak hanya sekadar berbagi keluh kesah, Dr. Ari juga membedah strategi taktis yang ia terapkan hingga berhasil menjadi lulusan pertama di angkatannya. Beberapa poin penting yang dibagikan antara lain: (1) Manajemen Waktu yang Ketat: Menentukan target harian dan mingguan untuk membaca jurnal serta menulis draf disertasi. (2) Komunikasi Efektif dengan Promotor: Membangun hubungan komunikasi yang sehat dan terbuka dengan dosen pembimbing guna mempercepat proses bimbingan. (3) Fokus pada Solusi, Bukan Masalah: Mengatasi hambatan data atau metodologi dengan memperluas jaringan diskusi dan literatur. (4) Menjaga Kesehatan Mental: Menyediakan waktu sejenak untuk refreshing agar pikiran tetap jernih saat menghadapi revisi.
Keseruan jalannya diskusi ini tidak lepas dari peran sang moderator, Prof. Luh Putu Mahyuni, Ph.D., CA., CSP. Selaku akademisi senior, Prof. Mahyuni berhasil menghidupkan suasana dengan memancing pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta dan memberikan pandangan dari sudut pandang promotor.Kolaborasi antara pengalaman nyata Dr. Ari dan wawasan akademis dari Prof. Mahyuni menghasilkan sesi diskusi yang berbobot namun dikemas dengan santai. Banyak peserta yang memanfaatkan momentum ini untuk berkonsultasi mengenai hambatan riset yang sedang mereka hadapi saat ini.Melalui kegiatan Sharing Session ini, Pascasarjana Undiknas berharap dapat terus membangun ekosistem akademik yang suportif. Dengan saling berbagi inspirasi, diharapkan para mahasiswa PDIM Undiknas lainnya dapat termotivasi untuk segera menyelesaikan studinya dengan tepat waktu dan kualitas riset yang berdampak.
Tag:Bangga Undiknas, Berita Kampus Bali, Doktor, Doktor Ilmu Manajemen, Doktor Ilmu Manajemen Undiknas, jurnal internasional, Kampus Berdampak, Kampus Masa Kini, Kampus Milenial, Kampus Terbaik Bali, Kampus Unggul, Kampus Unggul Bali, Kampus-Milenial-Bali, Research, Student, Undiknas Kampus Berdampak, Undiknas Kampus Milenial Bali, Undiknas Kampus Terbaik, Undiknas Kampus Unggul, Undiknas Unggul, Updates



